Tampilkan postingan dengan label Komponen Elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komponen Elektronik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

Integrated Circuit | zua-lktronik

Macam-macam IC
 Integrated Circuit (IC) sebenarnya adalah
 suatu rangkaian elektronik yang dikemas
 menjadi satu kemasan yang kecil. Beberapa
 rangkaian yang besar dapat diintegrasikan
 menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang
 kecil. Suatu IC yang kecil dapat memuat ratusan
 bahkan ribuan komponen.


Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.

IC Kaki Tunggal
 Bentuk IC ada juga yang
 menyerupai sisir (single in line), bentuk
 lain adalah segi empat dengan kaki-kaki
 berada pada ke empat sisinya, akan tetapi
 kebanyakan IC berbentuk dual in line
 (DIL).



IC yang berbentuk bulat dan dual in line, kaki-kakinya diberi bernomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor SATU diberikan bertanda titik.

IC Kaki ganda
Setiap IC ditandai dengan nomor type,
nomor ini biasanya menunjukkan jenis IC, jadi
bila nomornya sama maka IC tersebut sama
fungsinya. Kode lain menunjukkan pabrik
pembuatnya, misalnya operational amplifier type
741 dapat muncul dengan tanda uA741, LM741,
MC741, RM741 SN72741 dan sebagainya.




***********************************************************
READ MORE - Integrated Circuit | zua-lktronik

Transformator (TRAFO) | zua-elektronik

Transformator (TRAFO)

Gambar  Trafo

Transormator (atau yang lebih dikenal dengan nama
trafo) adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi
dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan
magnet. Trafo mempunyai dua bagian diantaranya yaitu bagian
input (primer) dan bagian output (sekunder). Pada bagian
primer atau pun bagian sekunder terdiri dari lilitan-lilitan
tembaga.




     Pada bagian primer, tegangan yang masuk disebut dengan tegangan primer (Vp) dengan lilitannya disebut dengan lilitan primer (Np), sedangkan pada bagian sekunder tegangan yang masuk disebut dengan tegangan sekunder (Vs) dengan lilitannya disebut dengan lilitan sekunder (Ns). Sehingga didapatkan hubungan bahwa:


Keterangan:
                     Vp   =   tegangan primer (volt)
                     Vs   =   tegangan sekunder (volt)
                     Np  =   jumlah lilitan primer (lilitan)
                     Ns  =   jumlah lilitan sekunder (lilitan)
                     Is    =   Arus Primer (Ampere)
                     Ip   =   Arus Sekunder (Ampere)
                  
  Jenis-jenis trafo:
                                * Trafo Step down digunakan untuk menurunkan tegangan
                                * Trafo step up digunakan untuk menaikkan tegangan
                                * Adaptor digunakan untuk mengubah arus AC (alternating current) menjadi
DC (direct current)
              * Trafo input
              * Trafo output
              * Trafo filter
              * Dan lain-lain


**************************************************
READ MORE - Transformator (TRAFO) | zua-elektronik

Kumparan (Coil) | zua-elektronik

Kumparan (Coil)
Kumparan Inti udara dan inti Besi

     Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Tergantung pada kebutuhan, yang banyak digunakan pada radio adalah inti udara dan inti ferrite. Coil juga disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H).

Dalam pesawat radio, coil digunakan :
               1. Sebagai kumparan redam
               2. Sebagai pengatur frekuensi
               3. Sebagai filter
               4. Sebagai alat kopel (penyambung)


************************************************************
READ MORE - Kumparan (Coil) | zua-elektronik

Trafo Kopel | zua elektronik

Trafo Kopel
Trafo Kopel

Trafo kopel digunakan untuk meneruskan listrik AC disertai perubahan impedansi. Kita ketahui bahwa gulungan kawat pada suatu inti tertentu, bila jumlah gulungannya berbeda, cenderung akan memberikan impedansi yang berbeda pula.


***************************************************
READ MORE - Trafo Kopel | zua elektronik

Coil Variabel | zua-elektronik

Coil Variabel



Coil variabel adalah coil dengan induktansi yang dapat diubah-ubah, perubahan dilakukan dengan memutar
posisi inti ferrite. Coil semacam ini banyak digunakan pada osilator agar frekuensi dapat diaturatur, bentuk coil ini serupa dengan trafo IF.


***************************************************
READ MORE - Coil Variabel | zua-elektronik

Reley | zua-elektronik

     Reley


Reley 6 Volt

Reley adalah suatu switch yang digerakkan secara elektris, dalam pesawat radio transceiver digunakan untuk memindah-mindah aliran listrik dari bagian receiver ke bagian transmitter dan memindah-mindah antena dari receive ke transmit.

************************************************
READ MORE - Reley | zua-elektronik

Dioda | zua-elektronik

     Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif).
Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.

 susunan dan symbol dioda

 Sebagai contoh pemassangan dioda pada suatu rangkaian sebagai berikut:

 Cara Pemasangan Dioda

 Macam- macam diantaranya yaitu:

     * dioda pemancar cahaya atau LED

Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED
(light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik

     * Dioda Foto


          Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi
  mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen
  elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik.
  Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari
  cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan
  sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan di
  jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera
  serta beberapa peralatan di bidang medis.
Simbol dari dioda foto







     Alat yang mirip dengan Dioda foto adalah Transistor foto (Phototransistor).
Transistor foto ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Dioda-Foto.

     * dioda laser
Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor
persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda laser
kadang juga disingkat LD atau ILD.
     Dioda laser baru ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard.
Prinsip kerja dioda ini sama seperti dioda lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis ini sering dihasilkan 2 tegangan, yaitu:
      1. biased forward, arus dihasilkan searah dengan nilai 0,707 utk pembagian v puncak,
          bentuk gelombang di atas ( + ).
      2. backforward biased, ini merupakan tegangan berbalik yang dapat merusak suatu komponen
          elektronika.

      * diode Zener
 


      Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke  satu   arah, namun Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat  mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas  "tegangan rusak"(breakdown voltage) atau "tegangan Zener". 


 simbol dioda zener

Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon.
Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai.
     Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan
Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pitakonduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau
untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil.


     * dioda Schottky (SCR)
 SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G).
     SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.

SCR




     Pada gambar di samping terlihat SCR dengan anoda pada kaki
  yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan
  katoda pada kaki yang panjang





Logo pada skema elektronik untuk SCR:

Simbol SCR

 Guna SCR:
     · Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
     · Sebagai rangkaian pengendali (remote control)

Diagram dan skema SCR:

 Diagram dan Skema SCR

    Ada tiga kelompok besar untuk semikonduktor ini yang sama-sama dapat berfungsi
sebagai Saklar (Switching) pada tegangan 120 volt sampai 240 volt. Ketiga kelompok tersebut
adalah SCR ini sendiri, DIAC dan TRIAC.

* TRIAC

Simbol Skematik TRIAC
      TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC,
  hanya saja pada TRIAC terdapat terminal pengontrol
  (terminal gate). Sedangkan untuk terminal lainnya
  dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2
  (disingkat mt1 dan mt2). Seperti halnya pada DIAC,
  maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik,
  tidak seperti SCR yang hanya mengalirkan arus searah
  (dari terminal anoda ke terminal katoda).




 Lambang TRIAC di dalam skema elektronika, memiliki tiga kaki, dua diantaranya
terminal MT1 (T1) dan MT2 (T2) dan lainnya terminal Gate (G)

Konstuksi Simbol TRIAC




     Triac adalah setara dengan dua SCR yang dihubungkan
  paralel. Artinya TRIAC dapat menjadi saklar keduanya secara
  langsung. TRIAC digolongkan menurut kemampuan
  pengontakan. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yang
  sangat tinggi untuk jenis SCR. Ada dua jenis TRIAC, Low-
  Current dan Medium-Current.




     Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai
maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIACS dapat mengontak
sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.

     * DIAC

DIAC


           DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki
   dua terminal (elektroda) saja, berbeda dengan "saudaranya" yang
   memiliki tiga terminal, TRIAC.





Simbol DIAC pada skema elektronik:

 Gambar diagram disamping memperlihatkan struktur dalam pada DIAC.


 Pada diagram menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC, memiliki dua terminal
yaitu terminal 1 (T1) and terminal 2 (T2).

 Pada gambar di atas diperlihatkan polaritas pada DIAC.

untuk dapat menentukan dioda dalam keadaan baik atau tidak, kamu dapat melakukan
pengujian pada dioda tersebut dengan menggunakan ohmmeter.

Hasil Pengujian dioda

Keterangan : H = hitam, M = merah


**********************************************
READ MORE - Dioda | zua-elektronik

Transistor | zua-elektronik

     Transistor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor sebagai contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).

Transistor PNP kodenya A atau B.
Transistor NPN kodenya C atau D.


Untuk menentukan kaki basis,emitor dan kolektor dengan secara tidak langsung
adalah sebagai berikut:
Hasil Pengujian Transistor

Dari hasil Tabel
     ditemukan bahwa kaki I adalah kaki Basis, yang mana selama pengukuran harus ada kaki acuan (patokan) dan menunjukkan gejala ON, ON kemudian bila dibalik polaritasnya menunjukkan gejala OFF,OFF maka kaki basis ON pada saat dipasang polaritas negative atau OFF saat dipasang polaritas positif maka jenis transistor adalah PNP.
     Sedangkan untuk menentukan kaki emitor dan kolektor, kita harus menghitung nilai hambatan
yang dimiliki oleh emitor dan kolektor. Apabila kaki II hambatannya lebih besar dari kaki III
maka dapat kita simpulkan bahwa kaki II merupaka kolektor dan kaki III merupakan emitor.

Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk:
     1.Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
     2.Sebagai penyearah
     3.Sebagai mixer
     4.Sebagai osilator
     5.Sebagai switch

Transistor mempunyai 3 jenis diantaranya yaitu:
     1. Uni Junktion Transistor (UJT)
 
Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis.
Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.

     2. Field Effect Transistor (FET)
Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus. Tidak seperti transistor biasa, yang akan menghantar bila diberi arus di basis, transistor jenis FET akan menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus). Kaki-kakinya diberi nama Gate (G), Drain (D) dan Source (S).

 Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagianbagian yang memang memerlukan.
Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.
Seperti halnya transistor, ada dua jenis FET yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).

     3. MOSFET
 Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benarbenar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah.


 Gambar simbol mosfet

     Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET.
Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N.

 *****************************************
READ MORE - Transistor | zua-elektronik

Kondensator / Kapasitor | zua-elektronik

Kondensator berfungsi :
                                     Menyimpan muatan listrik
                                     Meratakan arus
                                     Sebagai penghubung (kopel)
                                     Sebagai filter
Menurut bahan dielektrikanya,kondensator dibedakan ada beberapa macam diantaranya :
                   Kondensator keramik
                   Kondensator milar
                   Kondensator elektrolit (Elko)
                   Kondensator kertas
                   Kondensator polyester
                   Kondensator mika
                   Kondensator variabel
                   Kondensator trimer
Menurut jenisnya dibedakan menjadi 2 yaitu :
     Kondensator polaritas :
Maksudnya,pada kakinya ada positip (+) dan negatip (-).Jadi pemasangannya tidak boleh terbalik.
Kondensator polaritas hanya ada kondensator elektrolit (Elko) saja.
     Kondensator elko menurut bahannya ada 2:
Kondensator Elektrolit Aluminium (banyak dijumpai dipasaran)
Kondensator Elektrolit Tantalum (yang bagus)
Kondensator non polaritas
Maksudnya kondensator ini kakinya tidak ada polaritasnya.Pemasangannya boleh bolak balik.Kondensator non polaritas terdiri dari semua macam kondensator kecuali elko.

Simbol Kondensator :


Kondensator dihitung dalam satuan Farad berasal dari penemunya yang bernama Michael Faraday.
Berikut ini satuan-satuannya :
1 Farad              = 1.000.000 mikro farad (uf)
1 Mikro Farad  = 1000 nano farad (nf)
1 Nano Farad   =  1000 pico farad (pf)
1 Pico Farad     =  0,000001 mikro farad

Contoh-contoh kondensator :

Kondensator Elektrolit (Elko)


 Kondensator milar


 
Kondensator Variabel (Varco)
Varco ini banyak dipakai di radio sekarang


 
Kondensator Variabel (Varco)
Varco model ini banyak dijumpai pada radio kuno


Kondensator Variabel (Varco)
Varco ini banyak dipakai di radio sekarang


Kondensator Keramik
     Untuk lebih mudah dalam pengetesan sebuah kapasitor khususnya kapasitor elco di dalam sebuah sirkit tanpa melepasnya anda bisa menggunakan alat yang bernama ESR-meter
cara membuat ESR-meter bisa anda lihat Disini


 TABEL UNTUK MEMBACA KONDENSATOR MILAR & KERAMIK



 
KODE HURUF TEGANGAN
PADA KAPASITOR MILAR & KERAMIK

 
KODE HURUF TOLERANSI


 
CARA MEMBACA NILAI KONDENSATOR
MILAR & KERAMIK
Membaca kondensator milar dan keramik mirip dgn menghitung resistor.Angka dibelakang menunjukkan perkaliannya.

Contoh        :   104 ( 100 nf ) artinya 10 X 10.000 = 100.000 pico farad
                       103 ( 10 nf )   artinya 10 X 1000    = 10.000   pico farad
                       102 ( 1 nf  )    artinya 10 X 100      = 1000      pico farad
                       101 ( 100 pf ) artinya 10 X 10        = 100        pico farad
                       Dan seterusnya seperti itu.


Kondensator Milar


Lihat contoh kondensator milar diatas kodenya 2A104J,maksudnya bagaimana kode di belakang angka tsb?
Berikut ini penjelasannya :
2A maksudnya adalah simbol tegangan.Lalu berapa nilainya?
Lihat tabel diatas,cara membacanya di balik yaitu A2.
A = 1
2 = 00
Jadi tegangannya 100V.
Kemudian kode huruf J adalah toleransi yaitu 5%.
Jadi kapasitor 2A104J = 100 nf ( nano farad ),toleransi 5% dan tegangan maksimal 100V.

Contoh lagi :
 Ada kapasitor milar kodenya : 2H224K
Cara membaca : 2H dibaca H2
                             H = 5
                             2 = 00
                         224 = 220 nf
                            K = 10%
Jadi 2H224K = 220 nf,Toleransi 10%,Tegangan 500V


****************************************
READ MORE - Kondensator / Kapasitor | zua-elektronik

Hambatan (Resistor) | zua-elektronik


     Hambatan (hambatan) adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Hambatan disingkat dengan huruf "R" (huruf R besar). Satuan Hambatan adalah Ohm, yang menemukan adalah George Simon Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman. Hambatan listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu Hambatan ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimna cara kerjanya ?, untuk lebih jelasnya perhatikan uraian dibawah ini.

     Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menahan arus listrik.
Jadi fungsi resistor sebagai tahanan / hambatan.
Resistor merupakan komponen pasif,jadi pemasangannya bolak balik sama saja.
Simbol resistor :
Simbol Resistor


 Contoh Resistor
Trimpot 
Sering dijumpai di Blok Regulator TV Bagian Primer

     Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah Hambatan dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai Hambatan tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana solusinya..?. untuk mendapatkan nilai Hambatan dengan resistansi yang unik atau tidak diproduksi, dapat dilakukan dua cara ;
Pertama cara SERI, dan yang kedua cara PARALEL. Dengan cara demikian maka massalah
designer diatas dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel.

a. Rangkaian Seri     Rangkaian seri terdiri dari 2 atau lebih Hambatan yang disusun secara berurutan, Hambatan yang satu
berada di belakang Hambatan yang lain.
Hambatan yang disusun seri dapat dijadikan menjadi 1 Hambatan, yang disebut dengan hambatan pengganti. Bagaimana cara mentukan hambatan penggantinya? Perhatikan gambar berikut.
 rangkaian seri

 Dari rangkaian pada gambar dapat diperoleh hubungan yaitu

Keterangan : Rp = hambatan Pengganti (Ohm)
                    R1 = hambatan ke-1
                    R2 = hambatan ke-2
                    R3 = hambatan ke-3
                    Rn = hambatan ke-n

b. Rangkaian Pararel
Pada rangkaian pararel 2 atau lebih hambatan disusun secara bertingkat, seperti dapat dilihat pada gambar

 Seperti halnya rangkaian seri, rangkaian pararel dapat juga dijadikan menjadi 1 yang
disebut hambatan pengganti yang besarnya,
 Keterangan : Rp = hambatan Pengganti (Ohm)
                     R1 = hambatan ke-1
                     R2 = hambatan ke-2
                     R3 = hambatan ke-3
                     Rn = hambatan ke-n

Resistor Variable (VR)

 Gambar Macam-Macam Resistor Variabel

 Nilai resistansi resistor jenis ini dapat diatur dengan tangan, bila pengaturan dapat dilakukan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan potensiometer dan apabila pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot).
Tahanan dalam potensiometer dapat dibuat dari bahan carbon dan ada juga dibuat dari gulungan kawat yang disebut potensiometer wirewound. Untuk digunakan pada voltage yang tinggi biasanya lebih disukai jenis wirewound.

Resistor Peka Suhu dan Resistor Peka Cahaya

Resistor Peka Terhadap suhu dan cahaya


Nilai resistansi thermistor tergantung dari suhu. Ada dua jenis yaitu NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient). NTC resistansinya kecil bila panas dan makin dingin makin besar. Sebaliknya PTC resistensi kecil bila dingin dan membesar bila panas.
Ada lagi resistor jenis lain ialah LDR (Light Depending Resistor) yang nilai resistansinya tergantung pada sinar / cahaya.



TABEL WARNA RESISTOR 4 GELANG WARNA

( RESISTOR BIASA)



 
TABEL WARNA RESISTOR 5 GELANG WARNA

( RESISTOR METAL)


 
CARA MEMBACA RESISTOR

Contoh Resistor Biasa
 
Lihatlah contoh resistor diatas,warnanya terdiri dari Orange,Orange,Hijau,Emas.
Cara membacanya dari kiri kekanan,jadi warna emas adalah gelang ke empat.Lalu berapakah nilainya resistor tsb,bagi anda yang masih belajar sambil melihat tabel,berikut ini penjelasannya :
Gelang 1 = warna Orange angkanya 3
Gelang 2 = warna Orange angkanya 3
Gelang 3 = warna Hijau berarti dikalikan 100.000
Gelang 4 = warna Emas berarti toleransinya 5%
Jadi nilainya 33 x 100.000 = 3300.000 ohm sama dgn 3M3 ohm.

 
Cara Membaca Resistor Metal
     Cara membaca resistor metal sebenarnya sama dgn resistor biasa.Hanya cincin warnanya tambah satu.
Resistor Biasa :
Resistor Biasa ada 4 warna saja yaitu 2 warna untuk membaca angkanya,lalu  warna ke 3 adalah untuk perkalian dan warna ke empat untuk toleransinya.
Nilai toleransi biasanya 5%,warna emas.
Resistor Metal:
Resistor Metal ini ada 5 warna.Ini yang membuat orang kadang jadi bingung cara membaca resistor metal.Sebenarnya sama caranya,hanya warnanya tambah satu yaitu 3 warna untuk membaca angka,lalu warna ke 4 untuk perkaliannya dan warna ke 5 adalah toleransinya.Anda lihat saja tabel warnanya.
Nilai toleransinya 1% dan 2%.
Kalau di lambangkan dgn warna :
Coklat = 1%
Merah = 2 %
Jadi warna ke 5 atau terakhir biasanya Coklat atau Merah sebagai toleransi.
Maka nilainya bisa mendekati lebih tepat atau bahkan tepat nilainya.Oleh karena itu kalau ada resistor metal,warna ke lima (terakhir) coklat berarti toleransi 1%.
Jika warna ke Lima Merah berarti toleransi 2%.
Contoh,nilai 1K = 1000 ohm,toleransi 1%.
1% dari 1000 = 10.
Jadi nilainya antara 990 ohm- 1010 ohm.Maka resistor metal ini nilainya mendekati  1000 ohm (1K),hampir tepat.Oleh karena itu resistor metal ini lebih bagus.Biasanya digunakan untuk rangkaian tertentu saja.
Contoh :


 Contoh Resistor Metal
Lihat Resistor Metal di atas dan lihat tabel warna agar lebih jelas.
Nilainya adalah 100 ohm.
Cara membacanya dari kiri ke kanan.
Warna 1 Coklat = 1
Warna 2 Hitam  = 0
Warna 3 Hitam  = 0
Warna 4 Hitam  = X1 ( maksudnya di kalikan 1 )
Jadi 100 x 1 = 100 ohm.


*********************************************
READ MORE - Hambatan (Resistor) | zua-elektronik